Hasil Survei Wanita: Menikahi Laki-Laki Mapan Vs Tampan?

loading...
Jika disuruh menentukan laki-laki macam apa yang akan perempuan pilih, engkau lebih suka yang kaya tapi buruk atau cakep tapi miskin sih? Karena tak jarang, engkau akan bertemu dengan perempuan yang menentukan laki-laki buruk tapi punya harta banyak. Peduli atau tidak, niscaya ada saja yang membicarakannya.


Ngakunya alasannya yaitu cinta, namun niscaya ada alasan lain mengapa seorang perempuan menentukan pasangan hidupnya. Di Jepang, sebuah survey yang dilakukan oleh portal internet Shirabee mencoba bertanya pada 683 perempuan usia antara 20-69 tahun, apakah mereka sanggup berkeluargai laki-laki buruk namun punya harta melimpah. Ternyata, alhasil tidak sama tiap kelompok usia.


Bisakah engkau berkeluargai laki-laki buruk tapi kaya raya?
(persentase responden yang menjawaban YA)

Wanita usia 20an tahun: 32,8 persen
Wanita usia 30an tahun: 29,9 persen
Wanita usia 40an tahun: 22,6 persen
Wanita usia 50an tahun: 23,9 persen
Wanita usia 60an tahun: 16,4 persen

Banyak yang menyampaikan bahwa perempuan tak akan begitu peduli lagi dengan penampilan lawan jenisnya ketika menjadi lebih bau tanah tapi belum juga berkeluarga. Mengesampingkan kelompok usia 50-59 tahun yang mempunyai presentasi agak tinggi, ternyata masih banyak perempuan tetap akan menentukan laki-laki dengan penampilan ganteng dibanding kondisi ekonominya yang baik.

Semakin bertambah usia, perempuan modern akan lebih menentukan laki-laki yang punya tampang cakep tanpa memikirkan kondisi finansialnya. Bisa jadi pilih yang ganteng tapi miskin, dibanding yang kaya tapi jelek. Hasil ini sanggup jadi dipengaruhi oleh gaya hidup perempuan zaman kini yang kebanyakan niscaya sudah punya pekerjaan, mereka punya penghasilan sehingga mereka tak khawatir soal suami yang tidak punya uang.

Tapi para peneliti juga mengungkapkan hasil data dilihat dari sisi tingkat penghasilan wanita. Apakah mereka tetap sanggup berkeluargai laki-laki buruk tapi kaya dengan penghasilan yang mereka miliki dikala ini. Hasilnya...

Wanita dengan penghasilan kurang dari 3 juta yen per tahun: 24,5 persen
Wanita dengan penghasilan 3-5 juta yen per tahun: 16,4 persen
Wanita dengan penghasilan 5-7 juta per tahun: 55,9 persen

Ternyata banyak perempuan yang berpenghasilan kecil akan menentukan laki-laki yang buruk tapi kaya, meski kemudian di kelompok diberikutnya, mereka justru menolak punya suami menyerupai itu. Yang mengejutkan, perempuan kelompok penghasilan besar justru lebih menentukan laki-laki buruk tapi kaya. Alasannya beragam, untuk keamanan secara finansial, meningkatkan status ekonomi, atau yang lainnya.

Namun dari angka persentase yang kecil (spesialuntuk sekitar 20-30%) di atas, tampaknya perempuan Jepang lebih banyak yang menolak berkeluargai laki-laki buruk tapi kaya, mereka lebih suka laki-laki ganteng tapi miskin ya. Kamu sendiri bagaimana ladies? Lebih pilih calon suami yang menyerupai apa?



Kenapa Rata-Rata Pria Cerdas, Sukses dan Kaya Raya Lebih Memilih Wanita yang Sederhana Untuk Dinikahi?


Anda sanggup melihat cerita Istri orang terkaya di Dunia Melinda Gates yang ialah Istri Bill Gates. atau Mark Zuckerberg yang berkeluargai priscilla Chan?

Di depan publik, Mark Zuckerberg dan sang istri tampak selalu sederhana dari segi penampilan. Tak mencerminkan kekayaan miiiaran dollar yang dimiliki Zuck.

Melinda Gates tak lagi berfikir untuk menghitung kekayaan mereka untuk kepentingan diri mereka dan keluarga sendiri melainkan justru sibuk untuk didiberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.



Tulisan ini bekerjsama mungkin sudah beredar di beberapa lembaga maupun group komunitas, namun untuk anda yang belum sempat membaca, diberikut ini saya tuliskan disini.

Berpertama dari sebuah goresan pena di sebuah lembaga berbahasa Inggris yang ternyata juga pernah dipublikasikan di salah satu Majalah ternama berjulukan Majalah Majalah Fortune.

Pada goresan pena aslinya berjudul “Young and pretty lady wishes to marry a rich guy”

Tulisan tersebut sudah beredar dalam format terjemahan bahasa Indonesia yang sanggup diartikan sebagai diberikut:


Seorang perempuan memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah lembaga populer dengan bertanya:


Pertanyaan Seorang yang Mengaku Gadis Cantik

Apakah yang harus saya lakukan untuk sanggup berkeluarga dengan laki-laki kaya?”
Saya akan jujur dengan apa yang saya katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan mempunyai selera yang tinggi.
Saya berharap berkeluarga dengan laki-laki kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.
Anda mungkin akan berkata jika saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York.
Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah laki-laki di lembaga ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun?
Apakah Anda tiruana sudah berkeluarga?
Saya ingin bertanya apa yang harus saya lakukan untuk sanggup berkeluarga dengan orang2 menyerupai Anda?
Di antara laki-laki yang sudah berpacaran denganku, yang terkaya spesialuntuk berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai.
Jika seseorang ingin pindah ke perumahan glamor di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
  1. Dimanakah kebanyakan para laki-laki kaya bertemu & berkumpul?
  2. Mohon nama dan alamat bar, restauran dan gym yang sering dikunjungi. Rentang usia berapakah yang sanggup memenuhi kriteria aku?
  3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya spesialuntuk terkesan biasa-biasa saja?
  4. Saya sudah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak anggun dan menarikdanunik, tapi mereka sanggup berkeluarga dengan laki-laki kaya.
  5. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang sanggup menjadi pacar Anda?
Terus terang, tujuan saya kini yaitu untuk berkeluarga.
Terimakasih,
Gadis Jelita

INI jawabanan dari spesialis keuangan dari Wall Street Financial

Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin bekerjsama banyak gadis2 yang mempunyai pertanyaan senada dengan Anda.
Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional.
Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda.
Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawabanan saya cukup kredibel dan tidak memmembuang waktu.
Dari sudut pandang seorang pebisnis, berkeluarga dengan Anda yaitu keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan doloe detil-detil yang Anda tanyakan.
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan yaitu pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.
Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas. Faktanya yaitu penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun.
Tapi, Anda tidak akan bertambah anggun tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya yaitu aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda yaitu aset yang ter-depresiasi.
Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika spesialuntuk ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
melaluiataubersamaini memakai istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan mempunyai sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga mempunyai “posisi perdagangan” .
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ilham yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan janji nikah yang Anda inginkan.
Saya sangat kejam untuk berkata menyerupai ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan berkeluargai Anda.
Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara berkeluargai laki-laki kaya. Usahakan supaya Anda sanggup membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari laki-laki kaya yang bodoh.
Semoga jawabanan saya sanggup memmenolong
Tertanda, JP Morgan

Sesudah membaca jawabanan spesialis keuangan dari Wall Street Financial tersebut diatas, tentunya kini kita memahami atas jawabanan pertanyaan sebagaimana judul artikel ini : "Kenapa Pria Sukses dan Kaya Raya Lebih Memilih Menikahi Wanita Sederhana?"


Kalaupun ada laki-laki kaya dan sukses, tapi mempunyai istri anggun yang absurd harta, suka berfoya-foya, dan tidak mempunyai kepedulian sosial, maka sanggup dipastikan kekayaan dan kesuksesanya tidak akan bertahan lama.


Tak ayal, banyak sekali perempuan zaman kini berkeluargai sesorang yang tak dicintainya.
Tak ayal itu juga yang memicu perselingkuhan maupun perceraian alasannya yaitu membangun rumah tangga tanpa cinta, tapi alasannya yaitu harta semata..


references by vemale, banyak sekali sumber
0 Komentar untuk "Hasil Survei Wanita: Menikahi Laki-Laki Mapan Vs Tampan?"

Back To Top