Difetri Pada Anak Yang Sedang Mewabah Dikala Ini

loading...
Penyakit difteri yang menyerang belum dewasa dan orang cukup umur sudah mewabah di banyak sekali wilayah Indonesia. Catatan  semenjak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus dengan 13 orang diantaranya meninggal dunia.


Kementerian Kesehatan pun sudah tetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Nah, bunda perlu tahu bahwa penyakit difteri ialah penyakit yang disebabkan oleh infeksi basil yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang sanggup memengaruhi kulit.

Jenis penyakit ini menular dan termasuk infeksi fokus yang berpotensi mengancam jiwa belum dewasa maupun orang dewasa. Agar Si Kecil dan keluarga tak terkena difteri, Moms perlu memerhatikan beberapa hal.

Penyebab penyakit ini ialah Bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini sangat simpel berpindah dari satu orang ke orang yang lainnya. Beberapa cara difteri menyebar antara lain dikala seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bias saja mengirup basil tersebut.

Hal ini sangat mungkin terjadi pada kondisi perumahan yang padat penduduk.
Sebaiknya Moms menghindari beberapa kebiasaan menyerupai tidak mencuci tangan sehabis dari luar rumah atau dari toilet.

Moms yang punya bayi juga harus sering memmembersihkankan diri lantaran kekebalan badan bayi yang rendah mencakupko ia simpel terkena paparan bakteri.
Beberapa jenis masakan kaya vitamin dan mineral juga sangat penting untuk tumbuh kembangnya termasuk asam lemak.

Asam lemak tidak spesialuntuk meningkatkan perkembangan otak saja tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Immunology pada 2008 menyatakan anak yang mengonsumsi asam lemak akan mempunyai risiko lebih rendah mengalami infeksi susukan pernapasan.

Selain itu, Moms juga perlu memastikan Si Kecil mendapat imunisasi DPT, jenis imunisasi dasar yang sanggup mencegah banyak sekali penyakit termasuk difteri.
Anak yang tidak mendapat imunisasi ini akan mencakupko terkena penyakit difteri lebih besar.


Tanda-Tanda terjangkit basil penyebab difteri

Bakteri Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri sanggup menyerang banyak sekali organ badan dan sanggup menimbulkan komplikasi fokus pada tubuh. Tanda spesifik dan tanda-tanda difteri tergantung pada lokasi badan yang terinfeksi. Jika menyerang saraf, difteri menimbulkan neuritis atau peradangan yang menimbulkan kerusakan saraf di susukan pernapasan.



"Kasus difteri menimbulkan kelainan saraf itu ada dua waktu, akut dan lambat. Yang akut berafiliasi dengan toksin yang dikeluarkan bakteri, merusak saraf-saraf di tempat susukan napas, faring, verbal serpihan atas," ujar Spesialis anak dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Dr. Roy Amardiyanto,Sp.A kepada ANTARA News melalui sambungan telepon, Selasa.

"Kalau saraf terkena akan terjadi pelemahan, susukan napas serpihan atas akan terganggu. Yang dikhawatirkan, tertutup susukan napasnya. Pada kondisi fokus sanggup dimenolong pakai ventilator. Kondisi berat sanggup menyebabka kematian," tutur Amar.

Jika basil menyerang susukan pernafasan, penderita akan mengalami demam, lesu, kelenjar getah benih di serpihan depan leher membesar, jaenteng lunak di serpihan leher membengkak dan denyut jantung meningkat.

Sementara kalau menyerang kulit, penderita akan mengalami kondisi yang hampir sama menyerupai menderita penyakit kulit lainnya menyerupai eksim, meskipun sanggup menghasilkan luka (borok).

Tak spesialuntuk itu, sejumlah membran mukosa lainnya juga sanggup terinfeksi oleh difteri - termasuk konjungtiva pada mata dan susukan indera pendengaran luar, menyerupai dilansir dari laman Medical News Today.

Kemudian, pada beberapa kasus lainnya, racun difteri sanggup merusak jantung. Awalnya menimbulkan miokarditis-- peradangan otot jantung-- kemudian sanggup bermetamorfosis gagal jantung. Masalah jantung ini biasanya muncul 10-14 hari semenjak badan terinfeksi bakteri.


references by antara, tribunnews,
0 Komentar untuk "Difetri Pada Anak Yang Sedang Mewabah Dikala Ini"

Back To Top