loading...
Selama setahun belakangan Uber kewalahan dengan adanya agresi peretasan ke jaenteng mereka dan mengancam 57 juta data pengguna Uber dan 600 pengendara. Ternyata pelakunya spesialuntuklah 'anak mami'. Dilansir melalui Express.co.uk dari Reuters, sumber di dalam Uber mengatakan, bahwa hacker yang berhasil mengambil jutaan data itu yaitu seorang laki-laki berusia 20 tahun yang tinggal bersama sang ibu. Tujuan peretasan itu tak lain spesialuntuk ingin melindungi orangtuanya.Tiga sumber di Uber yang tidak mau disebutkan namanya mengakui hal ini. Pemuda itu mengaku melaksanakan hal itu untuk melunasi tagihan Uber milik sang ibu.
Sayangnya, identitas hacker itu tidak diinformasikan secara terperinci oleh pihak Uber. Namun yang pasti, Uber meyakinkan kalau data-data pengguna sudah hilang dan tidak akan dapat disebarluaskan.
Sebelumnya, Uber sendiri sudah memastikan pada 21 November, memang ada agresi peretasan ke jaentengnya. Uber pun sudah membayar kepada hacker sekitar US$100.000 atau sekira Rp1,3 miliar untuk menghancurkan tiruana gosip penting itu. Namun dana itu dibayarkan sebagai hadiah bagi siapa saja yang dapat menemukan identitas hacker tersebut.
Menurut Business Insider, menurut penuturan pihak Uber, mereka sudah melaksanakan pembayaran tahun kemudian melalui sebuah aktivitas pemburu bug. Program itu memang cukup dikenal di kalangan industri software untuk mencari celah keamanan perusahaan yang berpotensi atau sudah dibobol.
Program yang dilakukan tahun kemudian itu diselenggarakan oleh perusahaan berjulukan HackerOne, yang memang cukup dikenal di perusahaan teknologi.
"Aksi peretasan yang dialami Uber ini bukanlah sebuah hasil dari kesalahan sistem keamanan mereka. Kami merekomendasikan pengguna untuk tidakboleh pernah menyimpan jalan masuk token, password, bentuk otentikasi atau kunci enkripsi ke dalam aba-aba yang ada," ujar CEO HackerOne, Marten Mickos.
references by viva

0 Komentar untuk "Data Pengguna Uber Diretas Cowok 20 Tahun"