loading...
Ketua Panpel pertandingan Arema FC, Abdul Haris mengaku sudah memenuhi panggilan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Rabu 18 April 2018 lalu. Sebelumnya surat panggilan sudah disampaikan PSSI pada Selasa 17 April 2018. Haris hadir seorang diri sebagai perwakilan tim berjuluk Singo Edan untuk menunjukan kepada Komdis PSSI terkait kronologis kericuhan suporter pada laga Arema FC kontra Persib Bandung, Minggu 15 April 2018 lalu.
"Saya kemarin dimintai keterangan dan diperlihatkan video-video pertandingan oleh Komdis PSSI. Saya juga ditanyai secara detail soal pengamanan dan penjelasan soal insiden kericuhan itu," katanya ketika konferensi pers, Kamis 19 April 2018.
Keputusan hukuman bagi Arema FC dijatuhkan melalui dua surat keputusan yang diterima administrasi Arema FC pada Kamis (19/04) malam. Surat tersebut masing-masing bernomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 dan 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018
Melalui surat bernomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman sebesar Rp250 juta pada Arema. Hal ini menyusul adanya tingkah laris jelek suporter pada insiden tersebut.
Sedangkan dalam surat bernomor 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018, Panpel Arema dinilai gagal mempersembahkan rasa nyaman pada perangkat pertandingan. Panpel juga dinilai gagal mengantisipasi pelemparan botol dan sepatu, yang menyebabkan terlukanya instruktur Persib Bandung. Mereka juga tak sanggup mengantisipasi penyalaan flare dan turunnya penonton ke lapangan. Akibatnya, Panpel Arema FC didenda sebesar Rp50 juta.
Selain denda tersebut, Panpel Pertandingan juga menerima hukuman lain dari Komdis PSSI. Mereka harus mengosongkan tribun timur dalam dua laga HOME yaitu ketika melawan Persipura Jayapura dan PSM Makassar.
"Kelalaian terjadi karena, sekali lagi kami menganggap remeh kesusahan apa yang akan terjadi dalam suatu pertandingan. Sejujurnya kami menganggap kedewasaan Aremania sangat tinggi, jadi kami terlalu rendah mempersiapkan diri ketika situasi terjadi. Itu kelalaian yang harus kami akui," urai laki-laki yang bersahabat disapa Iwan Budianto ini.
Lebih lanjut, laki-laki yang juga berstatus sebagai kepala staf ketua umum PSSI itu juga memohon maaf terkait tindakan match steward terhadap penonton. Menurutnya, ada tindakan di luar batas yang dilakukan match steward terhadap penonton, yang dianggap menjadi salah satu pemicu terjadinya kericuhan.
Aremania, suporter setia Arema FC, merasa kecewa dengan kondisi klubnya yang terpuruk pada pertama musim. Hingga pekan keempat Liga 1, skuad Singo Edan belum pernah menang dan berada di dasar klasemen sementara. "Semua sakit hati dan kecewa dengan kondisi klub ketika ini. Tetapi kami harus sanggup menahan diri. Ke depannya semoga sanggup lebih baik lagi," ujar seorang Aremania, Udin Muharto, Rabu (18/4/2018) malam.
Namun begitu, Udin yang dikenal sebagai pentolan Aremania itu enggan mengomentari kericuhan yang terjadi ketika menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018). Kericuhan itu disebabkan oleh kekecewaan terhadap Singo Edan yang lagi-lagi gagal meraih kemenangan. Menjelang simpulan laga ketika kedudukan imbang 2-2, para Aremania melampiaskan kekecewaannya dengan melemparkan benda-benda ke tengah lapang dan menyerbu ke tengah lapangan ketika pertandingan masih menyisakan beberapa menit.
Ini Alasan Komdis PSSI Persib Tidak Menang WO Atas Arema FC
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berencana menggelar sidang pekan ini. Salah satu keputusan komdis yang ditunggu publik yaitu tentang laga Arema FC melawan Persib Bandung yang berakhir ricuh.
Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto mengatakan, pihaknya akan terlebih doloe meminta laporan pertandingan dari match commisioner. Dwi memastikan bahwa komdis tidak sanggup mengubah hasil pertandingan, termasuk menyatakan Persib menang WO atas Arema.
”Kalau force majeur itu tidak bisa, kami juga melihat sisa waktu pertandingan,” kata Dwi ketika dihubungi wartawan.
Dwi mengatakan, hukuman kalah WO itu ialah kewenangan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.
Aksi ricuh penonton masuk lapangan yang membuat polisi terluka pernah terjadi ketika Persija melawan Sriwijaya pada ahun 2016, hasilnya Persija ditetapkan terkena WO. 0 -3 atas Sriwijaya FC Laga Persija vs Sriwijaya FC yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat kemudian berakhir kisruh. Jakmania, suporter Persija merangsek masuk ke lapangan hijau begitu mengetahui klub keakungannya tertinggal 0-1 oleh Sriwijaya FC. (sumber)
Memakan Dua Korban Jiwa
Salah satu Aremania, Dhimas Duha Imron, menjadi korban dalam insiden kerusuhan penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, ketika Arema FC berduel dengan Persib Bandung, Minggu 15 April 2018. Nyawanya tak tertolong oleh tim medis dan akhirnya wafat pada Rabu 18 April 2018.
Ada kisah pilu di balik wafatnya Dhimas. Usai laga dan menjadi korban dalam kerusuhan, Dhimas hendak ingin dibawa ke rumah sakit oleh tim medis.
Dimas ketika itu berada di tribun timur. Ketika kerusuhan terjadi, Dimas bermaksud keluar stadion. Dimas naik ke pagar. Di ketika yang bersamaan, ratusan Aremania yg berada di lapangan kembali masuk ke tribun. Dimas yg ketika itu berada di pagar pun tertabrak hingga ia jatuh. terinjak-injak & sempat mengalami sesak nafas, lengannya patah.
Sebelum meninggal, Dhimas Duha Romli (16) sempat terinjak-injak suporter lain ketika terjadi rusuh dalam laga Arema vs Persib di Stadion Kanjuruhan. Dhimas yang merasa pusing dan sesak enggan ikut kendaraan beroda empat ambulans yang akan mengantarkannya ke rumah sakit.
Dari pada ikut ambulans, Dhimas lebih menentukan pulang meski kondisinya tak sehat. Ternyata Dhimas memiliki alasan sendiri mengapa ia menolak ikut ambulans. Pelajar kelas I SMKN 1 Janti, Kota Malang, ini tak ingin meninggalkan tanggung jawabannya lantaran ia membawa motor orang tuanya ketika menonton pertandingan tersebut.
"Jadi almarhum Dhimas, bekerjsama mau dibawa ke ambulans. Tapi, menentukan pulang, lantaran membawa motor bapaknya," kisah dewan pembina Arema FC Agoes Soerjanto pada wartawan di Kandang Singa Jalan Mayjen Panjaitan, Kamis (19/4/2018).
Fitriana Fajrin, tewas lantaran kecelakaan kemudian lintas usai menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persib di Stadion Kanjuruhan. Fitriana yang dibonceng oleh adiknya meninggal dunia sehabis motornya bertabrakan dengan sebuah mobil.
Fitriana diketahui berprofesi sebagai guru di Jombang. Menjadi pendukung setia Arema, status terakhir korban di facebook, ia menuliskan satu hari sebelum pertandingan Arema vs Persib menuliskan "On the way," atau "Sedang dalam perjalanan," maksudnya mungkin yaitu sedang dalam perjalanan ke stadion Kanjuruhan Malang, dari kediaman korban di Jombang, Jawa Timur.
Pihak keluarga Fitriana sebelumnya sudah mengkonfirmasi insiden tersebut. Mengetahui kabar tersebut, INDOSPORT pun coba mengkonfirmasi kebenarannya ke Fitriana Fajerin, yang ialah adik korban melalui pesan singkat.
"Iya benar, itu mas (kakak) saya yang kecelakaan. Kecelakaan tunggal, mas saya yang bonceng," ucap Fitri kepada INDOSPORT (16/04/18) sekitar pukul 18.00 sore.
Lebih lanjut, Fitri juga menyebut mayit sang abang gres hadir dan akan dimakamkan malam ini di tempat Cermenan, Jombang, Jawa Timur.
berdasarkan akun instagram @aremaniafans, saksi di tempat insiden sebut jikalau korban menabrak sebuah kendaraan beroda empat lantaran merasa gelagapan dan berjalan dengan kecepatan tinggi. Korban posisinya berada di depan yang membawa motor, sementara rekan korban yang dibonceng ketika ini sedang mengalami kritis dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
"INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN .. . Turut berduka cita atas meninggalnya Aremania Jombang atas nama Imam Shokib. Beliau meninggal kecelakaan ketika perjalanan pulang dari stadion kanjuruhan. Menurut saksi ditempat insiden ia mengendarai sepeda cukup kencang lantaran dikejar sekumpulan oknum tak dikenal.
Kemudian ia menabrak sebuah kendaraan beroda empat yang ada didepannya. Beliau berboncengan dengan kawannya yang kini kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit. Kami atas nama Aremania turut berduka cita. Semoga arwah ia mendapatkan tempat disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan didiberikan ketabahan. Amin."
Kejadian Rusuh Pernah Juga Dialami Tim Lain
PSM Makassar Pernah Disanksi 4 Laga Tanpa Penonton Karena Penonton Masuk dan Menyerang Official Tim Bali United
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menurunkan hukuman kepada PSM Makassar, buntut dari laga yang berakhir ricuh ketika menjamu Bali United di Stadion Mattoanging, Senin (6/11/2017).
Dalam rilis yang dikeluarkan Komdis PSSI, sedikitnya ada enam poin pelanggaran yang tercantum. Salah satu hukuman tersebut yakni harus berlaga tanpa penonton sebanyak empat laga. (sumber)
Komdis PSSI Hukum Persib 5 Laga Tanpa Suporter
Kelompok suporter Persib Bandung, Bobotoh menerima hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi itu berupa larangan mendampingi Persib di lima pertandingan Liga 1 baik sangkar maupun tandang. Merujuk kepada pasal 67 dan 11 aksara (e) aba-aba disiplin PSSI, suporter Persib dieksekusi larangan memasuki stadion sebanyak lima pertandingan," kata Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin Firdaus menyerupai dilansir situs resmi Persib,
Sanksi ini yaitu buntut dari kerusuhan yang terjadi di pertandingan melawan Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017) di Gelora Bandung Lautan Api. Seperti diketahui, sekelompok oknum bobotoh melempari para pemain Persija dengan botol ketika para pemain hendak menuju ruang ganti usai pertandingan. (sumber)
Madura United Disanksi Laga Usiran Tanpa Penonton,
Madura United harus menjalani empat pertandingan tersisa di Liga 1 dengan status laga usiran dan tanpa penonton. Sanksi itu dijatuhkan Komdis PSSI sehabis terjadi kekerasan yang dilakukan ofisial tim kepada wasit pada laga kontra Borneo FC.
Akibatnya, selain rugi lantaran tak didukung ribuan suporter di kandang, administrasi juga merugi dari sisi finansial. Untuk laga kandang, administrasi harus merogoh kocek lagi untuk biaya perjalanan dan fasilitas di stadion yang ditentukan. Akibat hukuman laga usiran itu, administrasi Madura United klaim merugi Rp 2,15 miliar (sumber)
Buntut Rusuh di Stadion, Persegres Kembali Kena Sanksi dan Denda Komdis PSSI
Panpel Persegres Gresik United mendapatkan hukuman berupa larangan bermain tanpa penonton ketika Persegres melawan Persija Jakarta, Sabtu (1/7/ 2017).
Sedangkan denda yang dijatuhkan sebesar 20 juta rupiah lantaran terbukti suporter tuan rumah menyalakan petasan di stadion dan suporter masuk ke lapangan. (sumber)
HASIL LENGKAP SIDANG KOMISI DISIPLIN PSSI, 18 April 2018
Hasil Sidang Komite Disiplin, Rabu 18 April 2018 memutuskan:
1. Manager Bhayangkara FC Sdr. Sumardji
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC
- Tanggal kejadian: 14 April 2018
- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan melanggar azas fair play dan melaksanakan tindakan tidak sportif
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000
2. Pelatih Bhayangkara FC Sdr. Simon McMenemy
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC
- Tanggal kejadian: 14 April 2018
- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan cara menendang botol dan memainkan bola yang seharusnya lemparan ke dalam untuk pemain Perseru
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000
3. Panitia Pelaksana Pertandingan PS TIRA
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 13 April 2018
- Jenis pelanggaran: Gagal mempersembahkan rasa kondusif dan nyaman lantaran suporter
Persebaya Surabaya memasuki area field of play
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000
4. Persebaya Surabaya
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 13 April 2018
- Jenis pelanggaran: Suporter Persebaya Surabaya memasuki area lapangan
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000
5. Arema FC
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 15 April 2018
- Jenis pelanggaran: Tingkah laris jelek penonton yang melaksanakan pelemparan botol dan sepatu ke area lapangan yang menyebabkan instruktur Persib Bandung terluka, menyalakan flare, masuk ke area lapangan.
- Hukuman: Sanksi denda Rp. 250.000.000
6. Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC
- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018
- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 15 April 2018
- Jenis pelanggaran: Gagal mempersembahkan rasa kondusif dan nyaman untuk kedua tim serta perangkat pertandingan.
- Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada potongan timur selama 2 (dua) pertandingan dan denda Rp. 50.000.000 (sumber)
Tandukan Arthur Cunha pada hidung Bojan Malisic tak masuk dalam agenda pembahasan sidang tersebut, Aremania masih sanggup hadir menonton ke stadion ketika home namun tidak di tribun timur
Arthur Cunha juga tertangkap kamera menanduk wasit ketika melawan Borneo FC
Arthur Cunha juga tertangkap kamera menanduk wasit ketika melawan Borneo FC
Jika Komisi Disiplin Tak mau mencar ilmu tegas, pasti insiden serupa akan terjadi lagi kelak pada aklub-klub dan supporter lainnya, dan memakan kembali korban jiwa
lantaran mereka berfikir akan terkenda denda uang..
Berikut ini yaitu komentar para supporter / pecinta bola Indonesia akan hukuman KOMDIS PSSI untuk AREMA FC. yang sanggup dibaca-satu persatu
Tak ayal, akun instgram PSSI pun ikut diserang para pecinta sepakbola nasional yang melupakan unek-uneknya https://www.instagram.com/p/BhwH6QLFWeB/?taken-by=pssi__fai
https://www.instagram.com/pssi__fai/



0 Komentar untuk "Hasil Sidang Komdis Pssi Terkait Ricuh Arema Fc"