Dampak Negatif Gendong Bayi Sambil Diayun-Ayunkan

loading...
Sering kali terlihat orang bau tanah menggendong bayinya yang sedang menangis dengan mengayun atau bahkan mengguncangnya.  Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi seseorang dikala ingin menenangkan atau menidurkan bayi. Padahal, mengguncang atau mengayun bayi dengan cara yang tidak sempurna sanggup sangat berbahaya dan sanggup mengakibatkan kerusakan otak.

Salah satu efek yang cukup fokus ialah shaken baby syndrome, atau disebut juga abusive head trauma. Dilansir dari Klik Dokter, shaken baby sindrom ini ialah cedera otak yang disebabkan guncangan mahir di kepala.

Ketika bayi mengalami guncangan, otak mengalami pergeseran dan membentur tulang tengkorak sehingga terjadi robekan saraf dan pembuluh darah yang menjadikan perdarahan otak. Sindom ini paling sering terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun, dimana ukuran kepala mereka masih cenderung lebih besar dibanding tubuhnya.

Gejala shaken baby syndrome sendiri bervariasi, dari enteng sampai berat. Gejala enteng diantaranya ialah bayi jadi rewel atau mengantuk, anak jadi susah makan dan tampak pucat. Sementara tanda-tanda beratnya ialah muntah terus-menerus, sesak napas, kejang, kelumpuhan, penurunan kesadaran, bahkan maut lantaran perdarahan otak.

Meski mempunyai efek fokus, hal ini tentu sanggup dihindari, dengan mengayunnya bayi tidakboleh terlalu kencang meskipun bertujuan untuk menenangkannya, atau supaya ia pulas. Bila memungkinkan, gunakan ayunan khusus bayi yang berayun dengan lembut.


references by rakyatku
Tag : anak, kesehatan, tips
0 Komentar untuk "Dampak Negatif Gendong Bayi Sambil Diayun-Ayunkan"

Back To Top