Penyederhanaan Golongan Listrik Ditunda

loading...
Penerapan kebijakan penyederhaan golongan listrik rumah tangga dengan daya 1.300 volt ampere (VA) hingga 4.400 VA bakal mundur. Pasalnya, diharapkan persetujuan dewan perwakilan rakyat dan sosialisasi ke masyarakat biar pelaksanaan kebijakan ini berjalan lancar.



Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy N Sommeng mengatakan, dikala ini kebijakan penyederhanaan golongan tarif listrik rumah tangga nonsubsidi itu masih dalam tahap sosialisasi. Pihaknya ingin masyarakat memahami tujuan kebijakan ini terlebih lampau, sehingga penerapannya tidak menjadikan kerugian.


Sehingga, kebijakan ini belum sanggup dijalankan pada Maret ini. “At least sekitar satu tahun (sosialisasi),” kata beliau di Jakarta, Kamis (9/2).


Tak spesialuntuk itu, pihaknya juga belum memperoleh persetujuan dewan perwakilan rakyat atas pelaksanaan kebijakan penyederhanaan tarif listrik ini. Dalam rapat dengan DPR, belum ada keputusan soal kebijakan ini karena berkaitan dengan perubahan struktur tarif.


“DPR juga masih minta klarifikasi doloe,” ujarnya.


Selain itu, tambah Andy, kesiapan teknis kebijakan ini juga harus dipastikan. Salah satunya ketersedian miniature circuit breaker (MCB) mengingat dayanya akan dinaikkan. Meski sudah sanggup diproduksi di dalam negeri, kapasitasnya belum memadai untuk menutup tiruana kebutuhan yang ada.


Untuk Program Listrik Desa saja, sering terjadi keterlambatan produksi MCB. “Jadi waktu, karena butuh banyak jadi butuh banyak waktu juga. Kaprikornus belum sanggup disediakan tahun ini tiruananya. Ini bertahap, makanya maksud kami PLN juga bikin sedikit demi sedikit kota-kota besar doloe,” terperinci Andy.


Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menginginkan kebijakan penyederhanaan golonga listrik rumah tangga ini sanggup dijalankan Maret ini. Pada tahap pertama, peningkatan daya gratis akan dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa.


Pasalnya, seruan peningkatan daya cukup tinggi dari kalangan masyarakat perkotaan besar. Dalam waktu satu, aktivitas peningkatan daya gratis ini diharapkan sanggup mencakup beberapa aspek seluruh wilayah di Pulau Jawa.


Ditegaskannya, penambahan daya ini tidak berlaku bagi pelanggan subsidi 450 VA dan 900 VA. Begitu pula dengan pelanggan 900 VA non subsidi tidak terimbas aktivitas ini, spesialuntuk pelanggan daya 1.300-4.400 VA. Sebanyak 13,5 juta pelanggan golongan 1.300-4.400 VA ini didiberi peluang naik daya ke 5.500 VA.


Berdasarkan data PLN, pelanggan rumah tangga nonsubsidi dikala ini terbagi menjadi lima golongan yaitu 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500-5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas. Tarif listrik pelanggan nonsubsidi 900 VA dipatok Rp 1.352 per kilowatt hour (kWh). Sementara tarif listrik golongan di atasnya diputuskan Rp 1.467,28 perkWh.


Lebih lanjut Sofyan menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik pasca penambahan daya tersebut. Oleh karena itu beliau meminta masyarakat tidak perlu risau dengan aktivitas penambahan daya ini. Selain itu, abodemen pun tidak mengalami perubahan meski daya pelanggan meningkat. Penambahan daya gratis ini biar masyarakat lebih leluasa dalam memakai listrik



references by diberitasatu
Tag : berita, ekonomi
0 Komentar untuk "Penyederhanaan Golongan Listrik Ditunda"

Back To Top