loading...
International Data Corporation (IDC) menyebut bahwa konsumen Indonesia lebih suka dengan laptop yang enteng namun dengan baterai yang tahan lama.
"Ketahanan baterai dan berat dari notebook itu jadi kriteria saat orang akan membeli sebuah notebook," terang Stallone Hangewa, analis pasar IDC untuk PC melalui surel kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/4).
Berdasarkan preferensi konsumen tersebut, Stallone menyebut bahwa notebook yang mempunyai ketahanan baterai yang mumpuni dan bobot yang enteng punya potensi tumbuh di Indonesia. "Terutama di segmen consumer," lanjutnya.
Pernyataan tersebut berdasarkan Stallone berdasarkan hasil survei pasar yang tertuang dalam Consumer Report IDC.
Berdasarkan laporan IDC global, undangan notebook premium di pasar konsumen dan korporasi ikut memmenolong meningkatnya pengapalan industri PC secara keseluruhan di kuartal pertama 2018 (Q1 2018).
Sementara itu di segemen pasar konsumen, meningkatnya undangan akan laptop gaming di dunia ikut mendongkrak penjualan PC. Peningkatan undangan laptop gaming dan premium ini berhasil meredam turunnya pasar PC pada kuartal pertama tahun ini.
Pertumbuhan PC jadi tetap datar 0 persen, tidak turun, tidak tumbuh. Sebelumnya, IDC memperkirakan bahwa pengapalan PC di Q1 2018 akan melemah -1,5 persen.
Secara keseluruhan, total pengapalan PC di kuartal ini mencapai 13, 5 juta unit. Di tempat Asia Pasifik kecuali Jepang, spesialuntuk Indonesia dan India yang menunjukkan hasil penjualan yang lebih baik dari perkiraan.
Meski pengapalan laptop didongkrak oleh laptop premium dan gaming, namun sumbangsih laptop convertible yang dapat dilipat dengan banyak sekali bentuk dan ultraslim notebook masih sedikit.
"Total shipment notebook yang masuk ke Indonesia untuk tiruana segmen mayoraitas masih dengan traditional Notebook, dengan kimasukan 85 - 89% setiap quarter-nya," jelasnya lagi.
Sementara untuk desktop sebagian besar pengapalan masih didominasi oleh desktop tradisional yang punya tower terpisah dari monitor ketimbang All-In-One (desktop dengan layar dan motherboard dalam satu perangkat). Pengapalan desktop tradisional ada di angka 62 - 72 persen di tiap kuartal dan sisanya pengapalan untuk All-In-One.
Idealnya pada tahun 2018 berdasarkan software yang terus berkembang, spesifikasi hardware laptop yg dipakai ialah minimal 2.GHz processor kepetangan Core i5 atau AMD A8, RAM 4GB dan VGA 1GB keatas
references by cnnindonesia

0 Komentar untuk "Laptop Ringan & Baka Baterai Jadi Incaran Konsumen Indonesia"