Alasan Lindswell Kwok Mualaf

loading...
Kakak Lindswell Kwok, Iwan Kwok, mengungkapkan hingga sekarang Achmad Hulaefi belum meminta izin pada keluarganya untuk berkeluargai sang adik.Padahal, resepsi ijab kabul Lindswell dan Hulaefi akan diselenggarakan pada Minggu (9/12/2018).



Bahkan, Iwan mengungkapkan pihak keluarga Lindswell tak diundang di ijab kabul Ratu Wushu Indonesia itu. Bahkan Iwan mengaku keluarganya justru mengetahui kabar ijab kabul Lindswell tersebut dari kawannya yang mengirimi pesan di media sosial. Tak spesialuntuk itu, keluarga Lindswell juga belum memdiberi restu untuk ijab kabul pasangan atlet wushu itu.

Menurut abang dari Lindswell, adiknya itu pernah mengajak sang ibu untuk pergi berbelanja ke sebuah mal.

Iwan mengaku kecewa alasannya yakni ternyata di sana Lindswell ingin meminta restu hubungannya dengan Hulaefi.

"Kalo Lindswell mengklaim sudah berusaha minta izin restu, saya sanggup sampaikan betapa sakitnya Ibu ketika Lindswell mencoba mengajak Ibu shopping ke mal, ternyata Ibu merasa dijebak," ungkap Iwan Kwok, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (7/12/2018), dilansir TribunWow dari Grid.ID.


Iwan Kwok menambahkan di dalam mal tersebut sudah ada Hulaefi yang hadir untuk meminta restu pada ibu Lindswell.

Namun bukan restu untuk berkeluarga, melainkan restu untuk menjalin kekerabatan dengan Lindswell.

"Di situ ada calonnya (Hulaefi) minta restu di dalam mal. Tapi restunya tidak minta restu untuk pernikahan, minta restu untuk kekerabatan mereka," ungkap Iwan ketika dihubungi Grid melalui sambungan telepon.

Menurut sang kakak, cara Hulaefi meminta restu kurang beretika.

"Ya Ibu bilang enggak mau. Nah kenapa? Ya itu kurang beretika ke Ibu, kita gres tau ternyata mereka sudah jadian, jadi tiruana itu sangat diakungkan dengan niat yang kurang menghormati orangtua di situ," terang Iwan Kwok.


Menganggap hal itu tak beretika, Iwan Kwok menegaskan adiknya bukanlah barang yang sanggup ditawar di sentra perbelanjaan.

Menurutnya, sang ibu terkejut bahwa Hulaefi meminta restu di mal ibarat itu, dan itu dianggap kurang etis.

"Ibu terkejut dan marahnya itu alasannya yakni Lindswell ngajak ke mal dan tiba-tiba ketemu Uley (Hulaefi)," kata Iwan.

"Di situ Ibu sangat merasa kecewa berat. Lindswell kan bukan barang diskon di mal, dan enggak sanggup ditawar di mal," tambah Iwan.

Namun, alasannya yakni kasus ini sudah terjadi, Iwan sebagai keluarga dari Lindswell mengungkapkan jikalau keluarga mulai sanggup damai dengan kabar ijab kabul mereka.

"Tapi kasus ini keluarga sudah tidak ada kasus alasannya yakni nasi sudah menjadi bubur, kekerabatan mereka tetap lanjut, mesksipun Lindswell menganggap orangtua sudah tidak ada, tanpa minta restu, menghormati orangtua sudah dilakukan, orangtua sudah sanggup tenanglah dalam beberapa hari ini," tutur Iwan Kwok.

Iwan sebagai abang dan keluarga pun memastikan tidak akan hadir pada resepsi ijab kabul sang adik esok hari.

Hal itu dikarenakan ia merasa tidak dianggap sebagai keluarga Lindswell.

"Kalau kita tamu, kita tidak mendapatkan undangan. Kalo dari keluarga kita tidak dimintai restu dan kita tidak tahu menahu, yang bikin stress berat orangtua renta itu yakni nama mereka digunakan di dalam undangan, dan turut mengundang, mereka tidak tahu kalau anaknya berkeluarga," tutur Iwan.

"Sampai detik ini mba tanya aku, telepon, ini kita belom melihat permintaan fisiknya. Hanya melalui WA saja undangannya dari temen," tambahnya.

"Datang dipastikan tidak mungkin. Karena kalau hadir kita sebagai apa? Sebagai tamu kita tidak diundang, atau sebagai keluarga kita tidak dianggap," tegas Iwan Kwok



Berikut 5 fakta dongeng cinta Lindswell dan Hulaefi yang berujung pernikahan.

1. Terungkap Saat Asian Games 2018

Kisah cinta Lindswell dan Hulaefi diketahui publik dikala Asian Games 2018. Keduanya jarang mengumbar kehidupan pribadinya di media sosial.

Saat Asian Games 2018, Lindswell dan Hulaefi malu-malu mengakui bahwa mereka sudah menjalin asmara selama setahun belakangan. Banyak wargguat mempersembahkan pertolongan pada kedua sejoli ini, namun tak sedikit pula yang patah hati.

Hulaefi menyadari Lindswell yakni sosok idola masyarakat Indonesia. Lindswel, yang berpredikat ratu wushu dengan segudang prestasi di ajang internasional, juga lebih populer

2. Awalnya Hubungan Beda Agama

Lindswell ialah atlet wushu kelahiran Binjai, Sumatera Utara, Medan, pada 24 September 1991. Lindswell seorang pemeluk Budha.

Sementara, Achmad Hulaefi, yang lahir pada 14 Oktober 1989, dari keluarga muslim.

3. Mualaf dan Berhijab

Penampilan Lindswell Kwok menghentak publik dikala bertamu ke kediaman Menpora Imam Nahrawi. Lindswel yang hadir bersama Hulaefi tampil memakai hijab.

Hal itu terungkap dari akun Instagram Menpora Imam Nahrawi, @nahrawi_imam dikala mendapatkan kunjungan dari Achmad Hulaefi dan Lindswell Kwok.

"Assalamualaikum, Hulaefi. Sehat? Sama siapa ke sini?" kata Imam.

Nahrawi pun mengarahkan video ke arah yang ditunjuk Hulaefi. Tampak Lindswell Kwok mengenakan hijab berwarna pink.

"Assalamualaikum, Pak," ujar peraih lima gelar juara dunia itu yang sekarang mualaf.



Linsdwell Kwok atau biasa dipanggil Linsdwell lahir di Medan, 24 September 1991. Ia putri bungsu dari pasangan Tjoa Eng Hing dan Nuraini. Wanita yang mengidolakan bintang film tabrak mandarin Jet Li ini sudah mulai tes wushu semenjak kecil.

Wanita manis ini pernah berpikir jikalau wushu bukanlah karier pilihannya, alasannya yakni dikala itu ia belum suka dan masih dipaksa untuk tes wushu. Sang kakak, Iwan Kwok lah yang terlebih lampau berguru wushu, yang kemudian menjadi motivasinya dikala itu.

Seiring berjalannya waktu, ia sering melihat atlet-atlet senior yang berprestasi dan ia mulai berpikir ingin ibarat mereka. Bayangan Lindswel terbukti. Ia kemudian menekuninya olahraga wushu.

Berkat ketekunanannya latihan, Lindswell selalu meraih medali setiap kali mengikuti turnamen atau kompetisi. Ia  memulai dengan menyabet 1 Medali Perak pada Kejurnas Jakarta, 2005. Saat itu usianya menginjak 14 tahun. Setahun kemudian, ia meraih 1 Medali Perunggu Kejuaraan Dunia Junior, Kualalumpur 2006.

Setiap tahun, ia niscaya mendapatkan medali. Medali emas pertama kali, ia peroleh pada ajang Asean Junior, Macau, dan  World Wushu Champion Toronto, Canada, 2009.

Kariernya cukup mengejutkan dan ia tak pernah menyangka jikalau olahraga ini berhasil mengumandangkan nama Indonesia di dunia Internasional. Pada ajang World Wushu Championships (WWC) baik level anabawang atau senior, ia berhasil meraih medali emas bagi Indonesia.

Pada ajang multi event ibarat SEA Games dan Asian Games, Lindswell termasuk atlet yang sering menyumbangkan medali. Yang terbaru pada SEA Games Malaysia 2017. Lindswell berhasil menyumbangkan medali emas. Kemenangannya ia membuat sejarah menjadi satu-satunya atlet wushu yang mencatatkan empat medali emas berturut-turut di ajang SEA Games. 


KELUARGA
  • Ayah    : Tjoa Eng Hing
  • Ibu       : Nuraini


PRESTASI

  • 1 Medali Perak Kejurnas Jakarta, 2005
  • 1 Medali Perunggu Kejurnas Medan, 2006
  • 1 Medali Perunggu Kejuaraan Dunia Junior, Kualalmpur 2006
  • 1 Medali Perunggu Asin Junior Wushu Champ, Macau, 2007
  • 1 Medali Pra PON Medan, 20007
  • 1 Medali Perak PON Kalimantan Timur, 2008
  • 1 Medali Perak World Junior Wushu Champ Bali,2008
  • 1 Medali Emas Asean Junior, Macau, 2009
  • 1 Medali Perak Asean Junior, Macau, 2009
  • 1 Medali Emas World Wushu Champion Toronto, Canada, 2009
  • 1 Medali Perunggu World Wushu Champion Toronto, Canada, 2009
  • 1 Medali Emas Sport Accord Combat Games, Beijing, 2010
  • 1 Medali Emas SEA Games 26th Jakarta, 2011
  • 1 Medali Perak Word Wushu Champ, Turkey, 2011
  • 1 Medali Emas Pra PON Makassar, 2011
  • 1 Medali Perak PON Riau, 2012
  • 1 Medali Perunggu Asian Wushu Champ, Vietnam, 2012
  • 1 Medali Emas Islamic Solidarity Games, Palembang, 2013
  • 1 Medali Emas Islamic Solidarity Games, Palembang, 2013
  • 1 Medali Emas World Games, Columbia, 2013
  • 1 Medali Emas Sport Accord Combat Games, St. Petersburg, 2013
  • 1 Medali Emas World Wushu Championship, Malaysia, 2013
  • 1 Medali Perak World Wushu Championship, Malaysia, 2013
  • 1 Medali Emas SEA Games 27th, Myanmar, 2013
  • Penghargaan Anugerah Olahraga Indonesia, KONI, 2013
  • 1 Medali Perak Asian Games Incheon, Korsel, 2014
  • 1 Medali Emas Asean Uni Games Incheon, Korsel, 2014
  • 1 Medali Emas 1st World Taijiquan Champ, 2014
  • 1 Medali Emas, Nomor Taijiquan Kejuaraan Dunia Wushu, Rusia, 2017
  • 1 Medali Emas, Jakarta, Asian Games 2018

Meski belum mendapatkan restu, Iwan Kwok sebagai abang berharap biar adiknya sanggup senang di pernikahannya.

"Kita sudah berusaha memilihkan yang terbaik, bukan kita untuk menentukan pendampingnya bukan, alasannya yakni kita tau ini niat dan ketulusannya bagi keluarga kurang, kurang menunjukan, tapi itu yang paling tau mereka berdua, yang kita sesalkan disini yaitu tata cara, dan etika, apapun alasannya tidak ada pembenaran bagi pihak keluarga," tutup Iwan Kwok.


 


Detik-detik menjelang resepsi pernikahannya, foto gres Lindswell dengan Hulaefi pun muncul, menyuguhkan momen romantis dan serasi. Foto-foto pasangan suami istri itu dipotret oleh fotografer kondang Tanah Air, Diera Bachir.

Lewat akun Instagram resminya, Diera membagikan tiga unggahan foto yang menampilkan foto-foto post-wedding untuk resepsi Lindswell dan Hulaefi.




Lindswell Kwok dan Ahmad Hulaefi mengaku tak pernah berencana menjalin hubungan. Mereka memang sudah kenal semenjak dari kecil, dikala sama-sama merintis karier sebagai atlet wushu. Tapi tak pernah berkomunikasi.

Lindswell, dan Hulaefi yang biasa disapa Ulay, mulai saling sapa ketika mereka masuk Pelatnas pada 2011. Seiring dengan waktu, keduanya merasa ada beberapa kesamaan. Mulai dari hobi, kuliner hingga pandangan terhadap info sosial.

“Jadi kita bekerjsama enggak ada pacaran, ya, jadi memang karena, saya enggak pernah nembak ia atau apa, ya begitu aja. Karena kita mitra baik ‘kan pertamanya,” kata Ulay dalam wawancara khusus bersama kumparan.

“Dari pertamanya mitra baik, gres kita sadar oh kayaknya lebih nih, dan kebetulan waktu itu kita sama-sama menjaga. Dia menjaga aku, saya juga menjaga diri. Ya udah kita enggak usah pacaran-pacaran,” lanjut atlet yang meraih medali perungggu pada nomor Daoshu & Gunshu Putra di Asian Games 2018.

Ketika keduanya sama-sama mempunyai perasaan, Ulay tetap menjaga jarak dan menerapkan batasan-batasan sesuai anutan Islam. Seiring dengan waktu, Lindswell juga berguru Islam hingga kemudian memutuskan untuk menjadi mualaf. Dari situ, keduanya berkomitmen untuk berkeluarga.

 “Dia juga udah bilang, ‘Benar enggak nih engkau? Jangan masuk Islam tuh alasannya yakni mau berkeluarga, alasannya yakni mau sama aku, alasannya yakni kekerabatan ibarat itu enggak akan lama. Kita udah banyak lihat contoh, jadi engkau harus yakin, memang engkau tahu Islam itu ibarat apa, engkau berguru doloe yang lain nih,” kata Lindswell menirukan perkataan Ulay kepadanya.

"…Karena kita sadar perbedaan kita tuh banyak, dan akan mengakibatkan pro dan kontra. Kaprikornus harus pikirin matang-matang, deh. Kalau misalkan kita udah memutuskan ya itu harus kita jalani kayak gimana pun,” lanjut Lindswell.



references by banyak sekali sumber
0 Komentar untuk "Alasan Lindswell Kwok Mualaf"

Back To Top